Senin, 02 Maret 2020

Mengenal Kredit Syariah, Kredit Berbasis Syariah


Kredit syariah merupakan salah satu kredit atau pinjaman yang diberikan pada nasabah dengan menggunakan syarat utama berupapa akad jual beli yang dilakukan dengan proses pembayaran cicilan angsuran dengan batas waktu yang sudah ditentukan oleh lembaga keuangan syariah. Syarat kredit atau pinjaman inipun ditetapkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Saat ini banyak orang yang tertarik dan ingin mencoba kredit berbasis syariah ini.

Hal ini diberlakukan secara merata kepada individu, institusi, ataupun perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk bisa melakukan kredit syariah ini. ketika melakukan pinjaman syariah, berbasis syariah, nantinya anda akan dikenalkan dengan istilah murabahah yang berarti perjanjian jual beli yang terjadi antara pihak bank dengan nasabahnya. Murabahah sendiri digunakan dalam proses akad ketika anda melakukan pinjaman di bank syariah. Selain itu sebelum melakukan kredit ini anda juga harus mengetahui perbedaan yang dimiliki oleh kredit syariah dengan kredit konvensional. Berikut ini adalah perbedaan yang dimiliki oleh kredit syariah dengan kredit konvensional pada umumnya.

Mengenal Kredit Syariah, Kredit Berbasis Syariah

1. Bisa dilihat dari sistem bunga
Kredit konvensional biasanya mengharuskan nasabah untuk membayar pinjaman yang disertai dengan bunga yang telah ditentukan. Namun menurut Islamic Banking, bunga tidak boleh digunakan karena hal tersebut merupakan kegiatan yang riba. Oleh sebab itu bank syariah tidak menggunakan konsep bunga pada proses kreditnya. Kredit berbasis syariah ini menggunakan prinsip jual beli (akad murabahah), sewa dengan perubahan kepemilikan (Ijarah wa iqtina), dan Capital Sharing (musyarakah mutanaqishah). Sebelum anda mendapatkan kredit syariah, pastikan anda mengetahui bagaimana konsep yang digunakan oleh bank syariah dalam meminjamkan dana.

2. Menggunakan konsep murabahah
Dalam konsep murabahah ini bank syariah bertindak sebagai pembeli dari barang yang diinginkan oleh nasabah. Kemudian, bank akan menjual barang tersebut pada nasabah dengan margin yang sudah ditentukan. Dalam penerapan ijarah wa iqtina, bank akan membelikan barang yang diinginkan oleh nasabah, kemudian nasabah tinggal menyewa barang yang dibeli tersebut pada waktu yang sudah ditentukan. Namun ketika anda selesai menggunakan barang tersebut pada waktu yang sudah ditentukan, anda sebagai nasabah bisa memutuskan untuk membeli benda tersebut. Seluruh konsep yang dilakukan oleh kredit berbasis syariah ini dilakukan dengan konsep Islamic Banking.

3. Halal
Pembiayaan yang dilakukan oleh bank syariah mengharuskan dana yang ada disalurkan pada hal-hal yang halal dan juga tepat. Oleh karenanya, anda sebagai nasabah harus menyatakan kegunaan dana yang akan dipinjam dan bagaimana pemakaiannya. Karena pemakaian dari dana yang diberikan oleh bank syariah ini tak boleh melenceng dari hal-hal yang telah diutarakan ketika proses peminjaman berlangsung. Selain itu dengan meniadakan bunga dalam kegiatan investasi syariah online ini pun membuat semua nasabah terhindar dari riba.